KORAN-MEDAN.com-Beragam fenomena aneh yang menghebohkan masyarakat belakangan ini terjadi di Danau Toba, Sumatera Utara
Peristiwa terbaru terjadi pada Sabtu (18/8/2018). Warna air di danau tektovulkanik yang awalnya biru terlihat kecokelatan.
Pemandangan ini terjadi di sekitar Kaki Gunung Pusuk Buhit, tepatnya di Tanjung Bunga, dan wilayah danau sekitar Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.
Menurut warga, kejadian tersebut merupakan kejadian yang langka. Sebelumnya, peristiwa seperti ini tidak pernah terjadi.
"Enggak pernah seperti ini," ucap warga yang kebetulan melintas.
Tonton videonya;
Tidak diketahui penyebab perubahan warna air di Danau Toba.
Hingga berita ini diturunkan, Tribun Medan belum mendapat keterangan dari instansi terkait.
Fenomena gerakan air tersebut direkam seseorang dan videonya yang berdurasi dua menit diunggah ke YouTube pada 18 Agustus 2018, kemudian tersebar di media sosial yang lain seperti di Facebook dan viral.
Dari tayangan gambar, terlihat air dan tanaman di atasnya awalnya bergerak searah. Setelah itu, ada arus balik dan pusaran secara perlahan.
Dari informasi yang diperoleh kejadian ini terjadi di daerah Palipi, Pulau Samosir pada sabtu pagi 18 Agustus 2018.
Beberapa warga sekitar, yang ikut menyaksikan, bertanya-tanya kenapa air berputar-putar dan permukaan air danau juga naik.
Ada yang menduga pusaran air tersebut akibat munculnya retakan di dasar danau.
Fenomena ini hingga sekarang belum terpecahkan, dan membuat para pakar geologi yang tergabung dalam kelompok Masyarakat Limnologi Indonesia kebingungan.
Para ahli susah menjelaskan secara geologi, karena dari penelitian bahwa arus di Danau Toba biasanya pelan.
Sempat ada dugaan pergerakan air itu akibat angin.
Namun asumsi itu terbantahkan karena tanaman di sekitarnya tampak tidak bergerak meski ada tiupan angin.
Dugaan lain, itu merupakan hasil dari arus setelah kapal lewat.
Fenomena lainnya yang terjadi di Danau Toba yang membuat heboh media sosial adalah, adanya angin Puting Beliung besar terjadi di Danau Toba, persisnya di Tao Silalahi.
Fenomena ini membuat masyarakat setempat heboh dan kuatir, begitu juga dengan warganet turut heboh setelah seorang warga mengupload video berdurasi dua menit tersebut ke media sosial.
Dalam video itu terlihat puting beliung'>angin puting beliung berputar-putar di atas danau.
Penampakan puting beliung'>angin puting beliung di perairan danau terbesar se-Asia Tenggara.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa namun sejumlah warga yang menyaksikan peristiwa itu merasa waswas. Nampak jelas dalam video tersebut, pusaran puting beliung'>angin puting beliung yang begitu kencang dan ganas.
Di ujung video, puting beliung'>angin puting beliung terlihat bergeser ke perbukitan dan menyapu beberapa pepohonan bergoyang hebat.
Beberapa waktu sebelum KM Sinar Bangun tenggelam, Sabtu (18/6/2018), diyakini terjadi badai besardi Tao Silalahi, Danau Taoba yang direkam netizen yang menginap di Debang Resort, Paropo, Silalahi.
Disebut-sebut badai ini jaga yang menghantam KM Sinar Bangun yang bertolak dari Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun.
Ditambah kapal yang overload, akhirnya kapal nahas ini tenggelam dan hingga hari terakhir pencarian ratusan penumpangnya dinyatakan hilang di dasar Danau Toba.





0 Komentar