Subscribe Us

Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada

 Peta Politik Berubah Total Jika Jokowi dan Prabowo Tak Segera Daftar ke KPU


KORAN-MEDAN.COM, JAKARTA – Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada, Nyarwi Ahmad memprediksi Peta Politik Kubu Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto akan berubah total apabila sampai tanggal penutupan Pilpres keduanya tak kunjung mendaftarkan masing - masing Pasangan Capres- Cawapresnya ke KPU.

"Kalau misalnya sampai tanggal 10 Agustus nanti kedua-duanya tak mendaftar. Tapi saya yakin Kedua-duanya mendaftar. Tapi kalau gak mendaftar. Keduanya kan ada waktu penambahan di MK dan kalo MK tiba-tiba mengeluarkan keputusan MK (dengan) dikabulkan Presidential Threshold 20 %, semua (Partai Koalisi baik Jokowi dan Prabowo) 90 derajat akan berubah. Koalisi pasti akan berubah," katanya di Kawasan Menteng Jakarta, SELASA (7/8/2018).
Menurut dia, saat ini kedua Kubu masih saling mengintip siapa calon pendamping lawannya. Hal ini tentu menjadi dilema bagi demokrasi di Indonesia.
"Problemnya adalah masing-masing kubu ini masih menunggu siapa bisa memenangkan siapa (Cawapresnya siapa)," katanya.
Pada kesempatan itu, Direktur Presidential Studies DECODE UGM menjelaskan bahwa menguatnya gerakan Islam dan populisme Islam di masyarakat. Membuat semua pihak, harus mengakomodir calon pendamping yang dekat dengan kelompok Islam.
"Sekarang posisi ulama semakin kuat, dan ini juga perlu dipertimbangkan juga untuk prioritas cawapres," terangnya.
Sebab, kata dia, apabila tidak diakomodir, maka pasangan Capres tersebut akan di stigmakan buruk dan tentunya koalisi partai politik energinya akan terkuras karena mereka akan bersusah payah untuk mengcounternya.
"Siapa pun yang gagal menentukan cawapres terutama yang punya daya magnetik ke kalangan kelompok islam, akan berpotensi kalah dalam Pilpres," jelasnya.

Posting Komentar

0 Komentar