Subscribe Us

Tekun mengembangkan teknik Kokedama dari sabut kelapa

Ibu Rumah Tangga Raup Jutaan Rupiah dari Kokedama

MEDAN-KORAN.COM, BATU – Tekun mengembangkan teknik Kokedama dari sabut kelapa, Dwi Lily Indayani (32), ibu rumah tangga yang tinggal di Jl Pattimura, Kelurahan Temas meraup omset Rp 20 juta per bulan.

Kejeliannya memanfaat peluang pasar pertanian, membuat Dwi menekuni teknik menanam asal Jepang, Kokedama.
Usaha yang dikembangkannya sejak tahun 2017 ini menurut Dwi selain mudah dilakukan, kebutuhan pasar atas tanaman hias ini sangat terbuka lebar.
“Sesuai namanya, Koke bermakna lumut sedangkan Dama berarti bola, sehingga kalau diartikan Kokedama adalah media tanam bunga dari lumut yang dibentuk seperti bola,“ ujar Dwi.
Sedikit berbeda dengan Kokedama dari Negeri Matahari, Dwi mencoba mengganti lumut dengan serabut kelapa, ternyata dengan media ini tanaman hias terutama tanaman tropis lebih cocok ketimbang menggunakan serabut.
Selain itu, media ini cocok untuk di urban garden yang berada di perkotaan, karena tidak membutuhkan banyak tempat dan perawatan yang mudah.
Menggunakan teknik ini, tanaman hias tidak hanya indah, namun bersih. Cocok ditempatkan di dalam ruangan.
Alumnus S2 Universitas Della Calabria Italy ini mengungkapkan produknya tidak hanya digemari orang Jawa Timur saja, namun juga Bali, NTB, Papua dan Kalimantan.
Perawatan Kokedama juga sangat mudah, cukup disiram dan diberi pupuk secara berkala, tanaman hias akan tumbuh subur.

Posting Komentar

0 Komentar