Subscribe Us

Penjelasan Polres Kebumen tentang Teroris Cantik

 
BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Medan-Koran.com - Beberapa hari terakhir ini, warga Kebumen heboh dengan munculnya pesan berantai atau broadcast mengenai daftar pencarian orang atau DPO teroris Polri. Warga resah lantaran DPO teroris ini disebut berasal dari Desa Bejiruyung Kecamatan Sempor, Kebumen.

Dalam pesan berantai itu, perempuan bernama Sri Pujianti (36) tengah dicari oleh Pasukan elite Polri Detasemen khusus 88 atau Den 88. Wanita cantik ini disebut terlibat dalam kasus terorisme.

Penelusuran Medan-Koran.com, sejumlah akun media sosial mengunggah foto DPO teroris ini disertai dengan berbagai keterangan tindak pidana, mulai penipuan hingga menjadi perancang dan perekrut bom bunuh diri.

Sri Hilang 1 Tahun



Yang lebih bikin resah, ternyata seseorang bernama Sri Pujianti memang benar-benar ada. Nyaris sama dengan unggahan-unggahan bernada fitnah ini, Sri diketahui sempat tinggal Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor.

Menanggapi kabar DPO teroris Polri yang masif beredar di berbagai lini masa ini, Kabag Ops Polres Kebumen, Kompol Cipto Rahayu, menyatakan bahwa informasi itu adalah hoax atau tidak benar.

"Hasil penyelidikan, informasi itu hoax. Hasil koordinasi dengan Densus 88 tidak ada DPO atas nama Sri Pujiati yang seperti diberitakan di medsos," Cipto menjelaskan, Kamis, 16 Agustus 2018.

Dia pun menegaskan, hingga saat ini, Polres Kebumen belum pernah mendapatkan informasi itu. Densus 88 juga belum pernah mengeluarkan DPO teroris bernama Sri Pujianti ini.

"Kami minta warga jangan panik. Kepada siapa yang mendesain informasi itu, sedang kita selidiki. Kebumen aman, warga Kebumen tertib," ucapnya mengimbau.

Meski begitu, ia membenarkan bahwa nama Sri Pujianti memang benar adalah warga Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor, Kebumen. Sri dikabarkan menghilang dari rumahnya dari tahun 2017 akhir.

"Hingga sampai saat ini, keluarga tidak mengetahui keberadaannya," dia menambahkan.

Posting Komentar

0 Komentar