Medan-koran.com - Mayat pria tanpa identitas yang mengambang di aliran sungai Blumai, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang sempat menghebohkan warga.
Setelah diselidiki, ternyata jenazah pria dengan tangan dan kaki terikat itu adalah Muhajir (49) warga Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa.
Dugaan sementara, korban ini tewas setelah dibunuh."Setelah dilihat oleh anaknya, jenazah yang mengapung ini adalah bapaknya (Muhajir).
Anaknya mengenali dari ciri-ciri tubuh dan pakaian," kata Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Budiono Spautro, Kamis (11/10).
Menurut anak pertama Muhajir bernama Desi Rahmawati, ayahnya itu sudah hilang dari rumah sejak tiga hari lalu.
Muhajir hilang bersama istrinya Sumiati (49) dan anaknya M Solihin (12). ekarang ini kan tubuh korban sudah memutih. Makanya kita tunggu saja hasil autopsinya.
Minimal bisa dipastikan lewat sidik jari," ungkap Budiono.
Sementara itu, warga di pinggiran sungai Blumai mengatakan, jasad Muhajir pertama kali ditemukan oleh saksi Faisal (29) dan Jaya (53).
Pagi itu, kedua saksi yang tengah beraktivitas di bantaran sungai melihat sesosok tubuh manusia mengambang sekitar pukul 09.00 WIB.
Setelah penemuan, kedua saksi melapor pada Kepala Dusun I, Hasbullah Hadi. Ketika kabar penemuan mayat menyebar, ratusan warga berbondong-bondong mendatangi lokasi.
Sayangnya, semula warga mengaku tidak ada yang mengenali jasad tersebut. Sebab, tidak ditemukan adanya tanda pengenal pada tubuh korban.
Ketika ditemukan, jenazah Muhajir masih mengenakan baju kaos putih dengan motif warna biru di bagian lengan.
Di kaus yang dikenakan Muhajir, terdapat tulisan " Desse". Meski masih mengenakan kaus, celana Muhajir sudah tidak adalagi. Ia hanya mengenakan celana dalam berwarna hitam.
Saat tubuhnya dievakuasi dari dalam sungai, terlihat tubuh Muhajir sudah memutih karena terlalu lama di dalam air. Kedua tangan dan kakinya masih terikat tali nilon warna kuning.
Diperkirakan, korban sudah tewas tiga hari sebelumnya, sebagaimana keterangan anak korban yang mengatakan ayahnya hilang sejak tiga hari lalu.
Rumah Korban Kosong Kepala Desa Bangun Sari Baru, Juniardi mengatakan rumah Muhajir di Dusun III, Gang Rasmi, Lorong Rambutan sudah tiga hari dalam keadaan kosong.
Warga sekitar juga sempat mencari korban, karena saat handphonenya (HP) dihubungi, tidak ada yang mengangkat.
Warga mulai curiga lantaran beberapa hari ini tidak melihat anak Muhajir yang paling kecil pergi sekolah.
"Biasanya anaknya (Muhajir) ini kalau pergi sekolah naik becak dan menunggu di simpang. Tapi hari Selasa (9/10) kemarin, anaknya tidak kelihatan.
Sehingga, tukang becak dan teman anaknya itu pergi ke rumah mengecek," kata Juniardi. Saat dicek, pagar rumah Muhajir tertutup, tapi pintu rumah terbuka.
"Anaknya korban ini ada tiga. Yang paling besar (Desi) tinggal gak jauh dari rumah orangtuanya," kata Juniardi.
Namun, anaknya yang paling besar juga tak tahu kemana ayah dan ibunya. Anaknya baru tahu ayahnya meninggal setelah jasad ayahnya ditemukan di sungai Blumai.
0 Komentar