
BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO
Hingga saat ini, kondisi itu kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Sedangkan kendaraan roda dua, harus sangat berhati-hati karena kondisi jalan berlumpur akibat tertimpa material longsor.
Salah seorang warga Desa Huta Rao Galung mengatakan, akibat longsor itu, aktivitas petani serta roda perekonomian di dua desa tersebut menjadi tersendat.
Termasuk anak-anak sekolah. Warga yang hendak berangkat ke Kisaran biasanya harus melewati jalan ini,” katanya saat ditemui di lokasi longsor, Rabu (22/5/2019).
Sebagian pengendara sepedamotor masih nekat melintas di lokasi longsor, meski harus lebih berhati-hati karena jalan becek.
“Para petani sawit banyak yang membawa hasil panennya pakai sepedamotor dan tetap nekat melintas di jalan ini,” ungkapnya.
Longsor tersebut, menurut dia, awalnya dipicu curah hujan deras Rabu (22/5/2019) pagi. Sebelumnya, tanah di titik longsor tersebut memang sudah terlihat retak.
“Kemarin sore masih bisa dilewati, tetapi mulai hari ini sudah tidak bisa dilewati truk Colt Diesel,” jelasnya.
Warga lainnya, Bakti Marpaung mengatakan, sementara ini untuk ke Dusun Napa Wono Dadi, warga harus bergotong-royong memperlebar badan jalan ke sebelah kiri agar bisa dilintasi.
Jalan lain ada sebenarnya, tetapi itu jadi memutar lebih jauh,” terangnya.
Kepala Desa Huta Rao Hendra ketika ditemui metro24jam.com mengatakan, untuk pengguna jalan bagi masyarakat yang hendak ke PT Paya Pinang, warga telah membuat jalur alternatif. Sedangkan untuk jalan utama, saat ini sedang diperbaiki melalui pengerasan.
“Sekarang untuk yang jalan kaki sedang dibuatkan jalur alternatif. Tetapi ini di sini hujan lagi. Jadi, besok kita permanenkan agar bisa dilewati,” katanya.
Sementara itu, Camat Bandar Pulau Umar Mangunsong MM didampingi Sekcam Bandar Pulau, Haris Margolang mengatakan, pihaknya sudah melaporkan hal itu ke BPBD Asahan. “Besok akan kita tinjau ke lokasi,” katanya. (Dir)




0 Komentar