Subscribe Us

Berada di Lokasi Tawueran, 19 Remaja Diamankan di Jalan Selamat Ketaren

                                                                 
MedanKoran Dua kelompok pemuda terlibat bentrok hingga menimbulkan kerusuhan di kawasan Jalan Selamat Ketaren menuju Jalan Peratun, persis di depan Komplek Mutiara Place, Desa Medan Estate, Medan Tembung, Kamis (23/5/2019) sekitar pukul 22.30 Wib.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

 Keributan itu kemudian dilaporkan warga dan pengguna jalan yang ketakutan dan tak berani melintas kepada polisi.

Kedatangan sepasukan polisi langsung membuat dua kubu yang akan saling serang dengan senjata tajam, balok kayu, batu dan lain-lain langsung kabur tungang-langgang.

 Belum diketahui pasti, apa motif yang menjadi pemicu penyebab kericuhan tersbeut, serta dari mana masing-masing kelompok yang terlibat perseteruan. Namun dari lokasi kerumunan itu, personel Polsek Percut Sei Tuan langsung mengamankan belasan remaja.

 Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Subroto ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya dua kelompok pemuda yang hendak tawuran di Jalan Selamat Ketaren menuju Jalan Peratun.

“Karena melihat kami datang dari arah simpang Willem Iskandar. Maka dua kelompok tersebut terpecah dan berhamburan melarikan diri. Ada yang lari dengan sepeda motornya ada yang meninggalkannya,” sebut mantan Kasubbaghumas Bagops Polrestabes Medan, yang baru saja secara definitif menjadi Kapolsek Percut Sei Tuan.

 Selanjutnya, petugas melakukan penyisiran di sekitar Jalan Peratun. “Sebanyak 19 orang berstatus pelajar dan remaja berhasil diamankan. Petugas juga amankan 17 unit sepedamotor,” ungkapnya.

Selain itu, polisi juga menyita 3 senjata tajam berbentuk parang arit dan sebatang balok kayu.

Sehari dilakukan pendataan, para remaja itu akhirnya diperbolehkan pulang, dengan syarat dijemput orangtua masing-masing, membuat surat pernyataan/perjanjian tidak mengulangi perbuatannya lagi.

 “Saya pada perinsipnya menciptakan keamanan nomor satu. Tolong bapak/ibu jangan terlalu membela anak, karena saya juga punya anak. Itu ada barang bukti, sempat terjadi bentrok dan melukai anak ibu bagaimana? Tolong anaknya betul-betul diperhatikan,” kata Subroto kepada para orangtua dan ke-19 pemuda.

Tujuan pembinaan, lanjut Subroto, agar antara anak serta orangtua dapat sama-sama memaklumi dan saling menjaga demi kebaikan. Ke depannya apa yang terjadi kepada 19 remaja tersebut tak sampai terulang, lantaran datanya sudah tercatat di kepolisian.

 “Ayolah bapak/ibu, ini jadi pengalaman ya. Dan mudah-mudahan bapak ibu serta anaknya saling ngerti dan memahami. Untuk anak-anak remaja, mudah-an juga jadi pengalaman. Bila perlu kalian lebih sukses. Ikuti kegiatan positif. Lihatlah, betapa susahnya orangtua kalian datang sekarang ini,” tukasnya.

Usai memberikan pandangan serta bimbingan di Mapolsek Percut Sei Tuan, Jum’at (24/5/2019) sore, Kompol Subroto pun memerintahkan anggotanya untuk mendata dan bermohon maaf kepada orangtua remaja yang diamankannya bersama kendaraannya untuk melakukan penilangan bagi yang tak melengkapi surat kendaraan.

“Supaya efek jera, bagi yang gak punya SIM, STNK atau surat kendaraan lainnya, kami tindak untuk tilang,” pungkasnya.

 Amatan wartawan, dari ke 17 sepedamotor yang didata petugas lalu lintas, 3 pemilik tak bisa menunjukan surat kendaraan, sehingga sepedamotor tersebut langsung diamankan di Pos Lantas Percut, Jalan Willem Iskandar.

Kebanyakan para remaja yang diamankan masih berstatus pelajar sekola menengah atas (SMA) dan kebanyakan mereka mengaji tak ikut-ikutan dalam aksi tawuran.

“Memang lagi apes kali kami bang, kami pas mau pulang rupanya ada dua kelompok mau perang, jadi kami berhenti, gak lama datang polisi kami diangkut,” celetuk IN (16), yang diamini remaja lainnya, AA (18). (asn)

Posting Komentar

0 Komentar