
BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO
Namun Gelbok yang mendapat kekerasan sejak empat bulan lalu sampai sekarang tidak ada respon dari pihak kepolisian. Sementara pelaku yang memukulinya masih berkeliaran.
Gelbok menceritakan kejadian pengancaman dan kekerasan yang ia alami terjadi ketika petugas polisi, TNI dan BNN melakukan penggerebekan di depan rumahnya.
Petugas berhasil menemukan alat isap sabu. Namun, polisi melepaskan seluruh pelaku karena tidak terbukti menggunakan sabu. Para pelaku langsung merasa peristiwa penggerebekan itu karena aduan Gelbok ke polisi.
"Akhir tahun 2018 mereka itu pernah digrebek polisi. Dugaan saya mereka nilai kami kibus. Memang rumah pelaku dan kami berhadapan,"ujarnya seraya menyatakan mulai dari situ mereka mulai benci sama dirinya.
Masih dikatakan Gelbok, ancaman dan kekerasan yang ia alami berawal pada 4 Januari 2019 ia diancam dengan parang. Keesokan harinya, 5 Januari 2019 rumah Gelbok dilempari batu besar oleh tiga orang (pelaku).
Gelbok mengatakan polisi sempat mempertemukan dirinya dengan pelaku yang diketahui bernama M Yusuf yang berhasil diamankan warga saat melempari rumah Gelbok. Namun, polisi melepaskan Yusuf dengan alasan rumah tidak rusak parah.
Setelah itu, ancaman lagi datang pada tanggal 21 Maret 2019. Pelaku Rendi Sembiring mendatangi gerombolan preman ke rumah Gelbok. Pelaku Rendi beralasan mendapatkan kekerasan fisik dari Gelbok.
Sebanyak enam preman itu langsung melempari rumah Gelbok. Bahkan, Gelbok dan Istrinya terkena lemparan batu besar.




0 Komentar