Subscribe Us

Ini Catatan KPU Sumut Jelang Hari Kedua Rekapitulasi Suara Tingkat Provinsi

                                                            

MedadnKoran
Komisioner KPU Sumatera Utara, Herdensi Adnin mengatakan selama dua hari berlamgsungnya rekapitulasi suara tingkat provinsi, pihaknya sempat menemukan perbedaan data oleh peserta pemilu.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO


Menurut Densi, perbedaan data tersebut menimbulkan multi interpretasi sehingga memunculkan tanggapan dari para saksi.

Perbedaan tersebut, kata Densi berupa ketidakcocokan antara jumlah pemilih di Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) di setiap jenis pemilihan.

"Seharusnya jumlahnya sama. Misalnya, bila di DPTb pilpres ada 120 ribu suara, seharusnya pada DPTb DPR RI, DPD, DPRD Provinsi Tingkat I dan II jumlahnya juga harus sama. Namun ada beberapa kabupaten dan kota jumlahnya tidak sama," ujar Densi di sela-sela Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara, Selasa (7/5/2019).

Sehingga menurut Densi, pihaknya meminta para pihak meminta kesesuaian data dengan menelusuri penyebab perbedaan pencatatan jumlah pemilih tersebut.

"Kita minta sinkronisasi data agar ditemukan kesalahannya di mana. Apakah karena Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) salah input data formulir atau kesalahan lain," katanya.

Densi menjelaskan, upaya pencocokan data tersebut tidak mempengaruhi suara capres-cawapres maupun peserta lainnya.

Tak hanya itu, menurut Densi pihaknya sempat menemukan sejumlah persoalan yang seharusnya diselesaikan di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun KPU Kabupaten dan Kota.

"Seperti pada Rekapitulasi KPU Tebingtinggi. Saat itu saksi Partai Keadilan Sejahtera mengatakan perbedaan C1 yang dimilikinya dengan C1 pada KPU dan saksi lain," katanya.

Permasalahan tersebut, kata Densi seharusnya diselesaikan di tingkat PPK maupun KPU Kabupaten dan Kota.

Posting Komentar

0 Komentar