
BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO
"Polda Sumut sudah keluarkan Maklumat, artinya peringatan-Imbauan, UU menjamin setiap warganya untuk menyampaikan pendapat (bukan pemaksaan),"kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, Jumat (10/5/2019).
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kata Agus, TNI-POLRI berada di garis terdepan mengamankan kedaulatan negara.
"Kalau semua menurut ukurannya sendiri, mengabaikan hak warga masyarakat lainnya terhadap perbedaan dan keputusan dalam memilih, mendapat jaminan keamanan dari Negara, tentu Aparat Keamanan dalam hal ini Polda Sumut dan Jajaran dengan bantuan kekuatan TNI, tentu tidak ragu untuk menegakkan aturan hukum sebagai warga bangsa bernegara,"terang Kapolda.
Artinya, sambung mantan Wakapolda Sumut, pihaknya akan menindak tegas oknum atau kelompok tertentu yang akan melakukan makar. Tak menutup kemungkinan, Polda Sumut akan mencari aktor penyebar seruan people power di medsos yang cenderung provokatif.
"Tunggu proses hukum yang sedang berjalan. Siapa berbuat ya berani bertanggungjawab," tegas Agus.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi ajakan-ajakan people power di medsos.
"Sekarangkan sudah mulai terlihat, kelompok-kelompok yang mulai melakukan upaya penolakan hasil pemilu di KPU dan Bawaslu," katanya yang ditemui pascasalat Jumat di Polda Sumu
Tatan mengaku, sudah menyiagakan beberapa personel dalam melakukan pengamanan di sejumlah titik yang dianggap sebagai sasaran unjuk rasa.
"Seluruh personel disiagakan di KPU dan Bawaslu,"katanya.




0 Komentar