Subscribe Us

Kisah Hidup Halim Nasution Terpidana Mati yang Jadi Guru Ngaji dan Tak Pernah Bolong Berpuasa

                   
                                                     
MedanKoran Kisah Hidup Halim Nasution Terpidana Mati yang Jadi Guru Ngaji dan Tak Pernah Bolong Berpuasa

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

TRIBUN-MEDAN.com- Bagaimana bisa menjalani ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadan bila mengetahui hidupnya tinggal menunggu hitungan hari sebagai terpidana hukuman mati.

Ibadah puasa tahun ini menjadi yang keempat kalinya bagi Halim Nasution alias Alem (68) warga asal Tanjungbalai, Asahan menjalani bersama narapidana lainnya di Lapas Kelas IA Tanjung Gusta, Medan.

Halim yang telah divonis hukuman mati pada 2015 lalu akibat terlibat peredaran sabu seberat 20 kg dengan pasal Narkotika pasal 113 ayat (2), pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009.

Saat dijumpai Tribun, penampilan Halim tampak lebih tenang dengan mengenakan baju koko dan kopiah putih, Minggu (12/5/2019).

Pertama kali berbincang, Halim menjelaskan dirinya saat ini sudah bertugas sebagai Tamping Lapas (Narapidana yang dipercaya dan seolah dipekerjakan di Lapas) di Masjid At-taubah Lapas Tanjung Gusta.

"Awal mulanya, sebelum saya ditempatkan Medan. Saya udah niat kemanapun saya di kirim saya akan cari Masjid dan akan menjadi pengurusnya. Karena waktu di Tanjungbalai saya ibadah diawasi, cara gerak ibadah saya dibatasi. Salat Jumat saja saya ga dikasih keluar. Saya maklum, mereka tidak berani memberi kebebasan karena saya terpidana hukuman mati," tuturnya.

Halim menuturkan tugasnya di Masjid yaitu mempersiapkan akan masuknya salat dan mengajar untuk mengaji bagi para narapidana baik yang tua dan muda.

"Di bulan Ramadan ini saya juga punya tugas tambahan itu membagikan takjil bagi narapidana di Masjid," tuturnya.

Ia mengakui waktu hidupnya yang tidak akan lama sempat membuatnya depresi, namun hal itu baginya tidak mengurangi waktu untuk dirinya dekat dengan Allah.

Posting Komentar

0 Komentar