
BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO
Sekretaris LAPK, Padian Adi S mengatakan bahwa PT PLN Wilayah Sumatera Utara tidak menjalankan manajemen resiko.
"Ya, pemadaman ini merupakan manajemen resiko di PLN Sumut tidak berjalan dengan baik. Karena, idealnya manajemen PLN itu sudah bisa mengantisipasi jika kita mengikut alibi mereka yang menyatakan bahwa ada kerusakan gardu induk," kata Padian, Sabtu (11/5/2019).
"Menurut saya, bahwa ada kerusakan yang terjadi. Meskinya kalau berjalan manajemen resikonya pembangkit yang bermasalah itu tidak akan terjadi pada Ramadan ini," sambungnya.
Menurut Padian, ketidak profesionalan PLN adalah terlalu gampang menyatakan tidak akan ada pemadaman saat Ramadan. Namun, faktanya pemadaman masih terjadi saat Ramadan.
"Bahkan faktanya, hitungan hari sudah terjadi pemadaman. Berarti, data yang mereka miliki bahwa pembangkit-pembangkit yang mereka miliki tidak dicek dengan baik. Sehingga mengeluarkan statemen asal-asalan tanpa memiliki data yang lengkap (akurat)," ungkapnya.
Padian menjelaskan bahwa melihat pengelolaan dan perawatan yang ada di pembangkit baik yang ada di Pangkalan Susu, Sarula, maupun di Belawan seharus mereka bisa mengecek dengan benar agar tidak ada kelalaian.
"Seharusnya maintenencenya, sparepart yang ada di pembangkit itu kalau bermasalah harus diperiksa, sehingga apabila memang ada daya tahan sparepart itu tidak begitu kuat harus diperbaiki dan selalu setahun sekali sudah rusak," beber Padian.
"Dan idealnya ini, PLN mencari alasan saja dan mengkambing hitamkan pembangkit yang ada di Belawan itu. Selain itu faktanya, dengan datangnya kapal Turki pembangkit listrik (Marine Vassel), pembangkit listrik Sarula dan yang ada di Tapanuli, semestinya pembangkit listrik diesel di Belawan itu tidak berfungsi lagi," urainya.
Oleh karena itu, LAPK berharap kedepanya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan tokoh agama harus mewanti-wanti PLN jangan sampai melakukan tindakan yang sama.
"Karena bukan tidak mungkin hal seperti itu memancing kemarahan masyarakat umum. Terutama yang tengah menjalankan ibadah puasa," pungkas Padian.




0 Komentar