
MedanKoran Arya Kusuma, pebulu tangkis asal Medan yang kini tengah menimba ilmu di Klub PB Mutiara Bandung, akan turut membela Sumut pada Pra-PON di Bengkulu November mendatang.
BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO
Arya mengaku siap dan menargetkan bisa meraih juara 1 dari kategori tunggal agar lolos ke PON Papua 2020.
"Saya masuk tim pelatda Pra-PON, sudah dikabari pelatih saya di Sumut. Targetnya kalau bisa juara 1 tunggal. Misalnya beregunya kalah di semi final enggak lolos PON, jadi harus final minimal. Kalau beregu enggak lolos dari perorangan bisa juga, tapi harus final juga baru bisa lolos," ujarnya kepada Tribun Medan, Senin (20/5/2019).
Saat ini, Arya yang tengah menimba ilmu di Bandung memang berlatih terpisah dengan rekan-rekannya yang lain di tim pelatda.
Rencananya dia baru akan kembali ke Medan jelang berlangsungnya Porwil Bengkulu yang juga jadi ajang Pra-PON Cabor bulu tangkis.
"Persiapan latihan di sini (Bandung), tapi puasa jadi latihannya rada dikurangi. Persiapan lebih banyak latihan fisik seperti lari, dan ikuti program dari pelatih di PB Mutiara Bandung," terangnya.
Lebih lanjut kata Arya, selain melakoni latihan fisik dan program dari pelatih. Di klub dia juga rutin mengikuti kompetisi. Menurut jadwalnya, sehabis lebaran Atlet muda kelahiran tahun 2000 ini juga akan kembali mengikuti sirkuit Nasional (sirnas) Bandung 2019.
"Untuk sparing ada juga teman-teman sendiri. Untuk kompetisi di sini rutin," imbuhnya.
Sementara itu, disinggung soal lawan tangguh, Arya mengaku salah satu atlet Medan turut menjadi saingannya. Selain itu, atlet asal Padang dan Riau juga menurutnya patut diwaspadai pada porwil se Sumatera tersebut. Namun peraih Medali perak Popnas Jateng 2017 ini tetap optimistis bisa meraih juara dan lolos ke PON Papua tahun depan.
"Mudah-mudahan Sumut bisa lolos ke PON dulu lah. Optimistis bisa juara. Untuk lawan berat di Pra-PON ada dari Medan juga, Enzi Safira. Kemudian ada dari Padang, Riau lumayan-lumayan. Kalau Pra-PON kami masih se Sumatera saja, Kalau di PON yang berat ada DKI Jakarta sama Jawa Barat," pungkas Peraih Medali perak sirkuit Nasional di Mataram, Lombok 2017 ini




0 Komentar