Subscribe Us

Menkes dan Tim Independen Ungkap Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS


                                                       
MedanKoran - Kementerian  Kesehatan (Kemenkes) bersama tim independen dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) melakukan autopsi verbal untuk mengetahui penyebab kematian petugas KPPS Pemilu 2019.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan autopsi verbal tersebut dilakukan kepada petugas KPPS yang meninggal di luar rumah sakit.

Sehingga, tidak memiliki catatan medis yang lengkap.

"Autopsi verbal bukan autopsi forensik. Artinya ini dilakukan penyebab kematian ditanyakan kepada keluarga dan orang-orang sekitar," kata Nila di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya, berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) jumlah petugas KPPS yang meninggal sebanyak 485 orang.

Sementara petugas KPPS yang menderita sakit usai menjalankan tugasnya sebanyak 10.997 orang.

"Kematian yang terjadi di rumah sakit sebesar 39 persen ini kita melakukan audit medik dan sudah terkumpul data dari 25 provinsi," ujarnya.

Adapun umur KPPS yang meninggal, mayoritas berusia di atas 50 tahun, bahkan mencapai 70 tahun.

Menurut Nila, sebanyak 51 persen petugas KPPS meninggal disebabkan penyakit cardiovascular atau jantung, termasuk di dalamnya stroke dan infrag, ditambah hipertensi.

"Hipertensi yang emergency bisa menyebabkan kematian, kami masukan dalam cardiovascular," ujarnya.

Posting Komentar

0 Komentar