Subscribe Us

Polisi Diteriaki Maling! Terduga Pemakai Narkoba di Kampung Siluman Tak Jadi Ditangkap


MedanKoran Pengintaian dan penyergapan polisi terhadap salah seorang terduga pemakai narkoba di Kampung Siluman, pinggiran sungai Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (27/5/2019) sore, berlangsung ricuh.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Tak hanya itu, personel Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan yang melakukan penggrebekan nyaris tak bisa kembali ke kantor, karena dihadang ratusan warga di sana. Pasalnya, petugas yang sedang melakukan penangkapan sempat diteriaki maling!

Alhasil, petugas yang melakukan penggerebekan terpaksa menghubungi markas untuk meminta bantuan.

“Ayo! cepat segera. Jangan nanti tunggu mati anggota di sana baru kalian datang,” seru Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu MK Daulay saat memerintahkan anggotanya untuk pergi ke lokasi.

Tak berapa lama rombongan polisi pun tiba di lokasi. Tiba di sana, polisi yang membawa pistol dan senjata laras panjang langsung masuk ke kerumunan warga.

Di rumah terduga berinisial R, petugas yang melakukan penggerebekan menyambut kedatangan Kanit Reskrim beserta anggota lainnya dan menceritakan kronologis kejadian.

 Mereka bersama keluarga dan terduga R terlihat melakukan mediasi di dalam rumah. Pihak keluarga terduga bersikukuh agar polisi tak membawa anaknya R, lantaran tak ditemukan bukti yang dituduhkan.

“Gak ada barang buktinya. Pas mau disergap, terduganya langsung buang barang bukti. Lalu ditangkap dan keluarga serta warga di sini malah mendukungnya sehingga kami kesulitan,” kata seorang personel.

Lebih kurang setengah jam berunding di dalam rumah keluarga R, polisi akhirnya kembali ke markas tanpa membawa tangkapan. “Gak jadi dibawa si terduganya, hanya buat surat pernyataan aja,” kata warga sekitar.

Sementara itu, Syahputra Nst alias Ujang, selaku kepala lingkungan (Kepling) setempat yang diikut sertakan dalam mediasi mengakui bahwa R adalah warganya. Namun, ketika ditanya apakah R merupakan pengguna atau bandar narkoba, Ujang mengaku tak mengetahuinya.

“Rumah saya dengan rumah si R berdekatan. Kami bertetangga. Setahu saya di bekerja sebagai supir jurusan Medan-Jakarta. Jadi saya gak tau apalah dia pemain narkoba, tadi saya taunya ini heboh saya masih tidur di rumah,” ungkap Ujang. (asn)

Posting Komentar

0 Komentar