MedanKoran Gelbok Simbolon (52), pria yang sebelumnya mengaku menjadi korban penganiyaan tetangganya di Polsek Delitua kini resmi ditahan di Polsek Sunggal, Senin (20/5/2019).
BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO
Kasus ini sempat viral di media sosial, setelah Gelbok menuding pihak Polsek Delitua tidak melakukan tindakan apa pun.
Sekedar informasi, Gelbok dan tetangganya Asnat sama-sama beralamat di Jalan Bunga Sakura, Gang Tugu. Namun, posisi rumah Asnat berkedudukan di wilayah hukum Polsek Sunggal, sedangkan Gelbok masuk wilayah hukum Polsek Delitua.
Seusai pertengkaran kedua keluarga yang bertetangga itu, Gelbok membuat laporan ke Mapolsek Delitua dan Asnat beserta istrinya membuat laporan ke Polsek Sunggal.
Dalam kasus oknum PNS itu tersebut sebagai pelapor, polisi telah mengamankan Asnat dan istrinya di Polsek Delitua.
Pada laporan sebaliknya di Polsek Sunggal, polisi juga akhirnya menetapkan Gelbok sebagai tersangka dan saat ini sudah ditahan.
Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Syarif Ginting ketika dikonfirmasi terkait penangkapan Gelbok mengatakan, pihaknya mengamankan Gelbok atas laporan polisi nomor: LP/383/V/2019/SPKT/SEK SUNGGAL dengan pelapor Asnat (45).
“Benar, Gelbok kita amankan setelah memenuhi unsur pasal yang dipersangkakan,” kata Syarif lewat pesan WhatsApp, Selasa (21/5/2019) pagi.
Pertikaian tersebut menurut Syarif berawal ketika Gelbok membawa anjing peliharaannya berjalan-jalan, Selasa (14/5/2019) sekira pukul 18.30 Wib.
Kelika melintas di depan rumah Asnat, anjing tersebut mendadak buang kotoran di pekarangan rumah tetangganya tersebut.
Istri Asnat yang kebetulan melihat, kemuadian merekam kejadian itu dengan telepon genggamnya. Namun ternyata, Gelbok kemudian tak senang melihat anjing peliharaan yang sedang buang kotoran difoto.
Dalam laporannya Asnat mengatakan, Gelbok kemudian emosi dan langsung melempar istrinya dengan batu bata. Alhasil, terjadi keributan antar 2 keluarga tersebut.
Keributan sempat mereda setelah ditengahi para tetangga lainnya. Saat bersamaan, Asnat dan istrinya pun memang hendak berbuka puasa.
Namun, ketika Asnat dan istrinya sedang berbuka puasa, tiba-tiba Gelbok kembali datang bersama anaknya ES, BS dan seorang pria yang belum diketahui identitasnya.
“Mereka datang masing-masing dengan membawa alat. Gelbok membawa alu, ES membawa klewang dan BS membawa tombak,” beber Syarif.
Dalam laporan Asnat, salah seorang putra Gelbok bahkan mengancam, “Jauh-jauh aku datang dari Kalimantan untuk bunuh kalian satu-satu!”
“Mereka langsung menyerang ke rumah korban sambil teriak ‘bunuh dia’ dan sempat mengayunkan alat kepada korban dan isteri korban,” beber Syarif.
Dalam laporan Asnat, salah seorang putra Gelbok bahkan mengancam, “Jauh-jauh aku datang dari Kalimantan untuk bunuh kalian satu-satu!”
“Mereka langsung menyerang ke rumah korban sambil teriak ‘bunuh dia’ dan sempat mengayunkan alat kepada korban dan isteri korban,” beber Syarif.
Usai pertengkaran tersebut, Asnat ditemani istrinya langsung membuat ke Mapolsek Sunggal. Akibat peristiwa itu, Asnat juga mengaku bahwa istrinya mengalami luka gores di tangan.
“Setelah kita menerima laporan korban, kita tindak lanjuti dengan mengumpulkan alat bukti yakni keterangan saksi, petunjuk rekaman video kejadian dan gelar perkara, maka kita melakukan penangkapan terhadap terlapor dalam hal ini Gelbok berdasarkan surat perintah penangkapan,” pungkas Syarif.
Diberitakan sebelumnya, persoalan anjing peliharaan Gelbok tersebut sudah disampaikan warga Jalan Tugu/Delima I, kepada Lurah Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang. Warga mengaku keberatan dengan keberadaan anjing milik Gelbok yang dinilai telah mengganggu kenyamanan mereka di sana. (adi)





0 Komentar