
BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO
Dilaporkan Chengdu Business News via SCMP Sabtu (18/5/2019), remaja itu mengaku dia disemprot oleh seseorang tak dikenal dan pingsan saat berada di persimpangan jalan.
Yang membingungkan polisi, remaja itu ditemukan dalam keadaan tidak terluka serta seluruh barang yang dibawanya masih utuh.
Petunjuk mengenai pelaku juga tak bisa dilacak.
Akhirnya setelah ditekan oleh polisi yang menginterogasinya, akhirnya remaja itu mengaku dia sengaja melakukan aksinya supaya orangtuanya pulang ke rumah.
"Saya rindu Ayah dan Ibu," kata remaja itu kepada polisi. Dia mengaku tinggal bersama kakek dan neneknya. Terakhir kali dia melihat orangtuanya adalah saat Tahun Baru Imlek.
Setiap hari berdasarkan hasil interogasi, kakeknya bekerja serabutan. Sementara sang nenek turun ke sawah sehingga membuat remaja tersebut kesepian.
Meminta ayah dan ibunya untuk pulang lewat telepon jelas tidak akan ditanggapi. Jadi, dia pun mendapatkan ide untuk mengarang kisah penculikan itu.
Pemberitaan itu tidak mencantumkan apakah orangtua remaja langsung pulang begitu mendengar dia diculik, atau di kota manakah mereka bekerja.
China dilaporkan mempunyai puluhan juta anak "terabaikan", di mana mereka kesepian karena ditinggalkan oleh orangtuanya yang mencari peruntungan di kota lain.
Kasus serupa pernah terjadi di Leshan, juga Provinsi Sichuan, Juni tahun lalu ketika seorang remaja mengarang kisah penculikan supaya mendapatkan perhatian orangtuanya.(*)




0 Komentar