
MedanKoran Tidak ada yang bisa menebak nasib, termasuk untuk memilih tempat atau bidang pekerjaan yang diinginkan.
BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO
Begitu pula dengan Indrawaty, wanita asal Pare-pare, Sulawesi Selatan ini tak pernah menyangka, suatu saat dirinya harus meninggalkan tempat kelahirannya dan tinggal di Kabupaten Berau, wilayah paling utara Kalimatan Timur.
Indrawaty meninggalkan kampung halamannya karena mengikuti suami. Saat itu, Indrawaty baru saja lulus sebagai bidan dan masih sempat melaksanakan tugasnya membantu persalinan sebelum berangkat ke Berau.
“Waktu itu masih gugup sekali, karena baru pertama kali melihat dan membantu proses persalinan,” ungkapnya.
Padahal waktu itu, Indrawaty baru lulus dari D3 Keperawatan Departemen Kesehatan RI.
Saat itu, Indrawaty bertugas sebagai bidan dengan status Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Pare-pare.
Namun, pendidikan bidan yang ditempuhnya itu tidak sia-sia. Berkat pendidikan dan pelatihan yang didapatnya, semua ibu dan bayi yang dibantu persalinannya, sehat dan selamat.
Selain keterampilan, ketekunan Indrawaty membantu proses persalinan juga didorong oleh kecintaannya pada anak-anak.
“Itu salah satu alasan saya menjadi bidan. Karena saya sangat menyukai anak-anak,” kata ibu beranak tiga ini.
Bagi Indrawaty, pengalaman yang paling mengesankan dan masih diingatnya hingga sekarang adalah saat dirinya membantu persalinan bayi kembar.




0 Komentar