Subscribe Us

Tiga Hari Koma tak Punya Biaya, Wilda Napitupulu Gadis Siantar Akhirnya Meninggal Dunia di Malaysia

Gadis asal Kota Pematangsiantar Wilda Apriani Napitupulu yang menderita keracunan timbal telah meninggal dunia di Rumah Sakit Kajang Selangor Malaysia sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (9/5/2019).

                                                            

MedanKoran
Demikian disampaikan Nita Napitupulu kakak dari Wilda Napitupulu via seluler. Nita mengungkapkan kondisi Wilda semakin buruk ketika didatangi ibunya Rubiah. Kata Nita, tiba-tiba detak jantung Wilda berhenti.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

"Tadi nelfonan dengan ibu ternyata Wilda sudah tidak ada lagi,"ujarnya sembari menangis.

Suara Nita yang terdengar berat mengungkapkan tengah mengurus administrasi untuk membawa jenazah Wilda pulang ke Indonesia. Ia juga sedang berkordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia untuk membantu proses administrasi.

Saat disinggung apakah meninggalnya Wilda karena lambannya operasi karena terkendala biaya, Nita tak menjawab banyak. Ia memastikan kondisi Wilda terus dalam kondisi buruk.

"Kondisinya memang terus memburuk. Ini terkahir tiba-tiba detak jantungnya lemah dan berhenti,"ujarnya.

Seperti diketahui, Wilda Apriani Napitupulu (28) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tengah dalam kondisi sangat kritis selama tiga hari. Wilda tidak dapat menjalani operasi karena terkendala biaya. Fotonya viral di media sosial facebook. Gadis yang baru dua bulan bekerja di Selangor Malaysia ini menjalani operasi di Hospital Kajang Malaysia. Ia merupakan putri dari orang tua yang bekerja sebagai buruh bangunan dan tukang pijat kampung. Wilda merupakan alumnus dari SMK Swasta Parbina Kota Pematangsiantar. Ia berangkat ke Malaysia untuk bekerja bersama dengan teman satu kampungnya.

Sebelumnya, ayah Wilda, Hakim Napitupulu (60) tampak pasrah mengetahui putrinya Wilda Apriani Napitupulu dalam keadaan koma di Hospital Kajang Selangor Malaysia. Hakim Napitupulu ditemui tribun-medan.com di kediamannya di Gang Jafar, Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar menceritakan kondisi terakhir anak keduanya ini.

Hakim menjelaskan putrinya Wilda mengidap penyakit keracunan timbal (Plumbism) atau seperti racun atau virus yang sudah menyerang bagian otak, tulang belakang, dan organ lain. Hakim yang bekerja tidak tetap ini mengungkapkan tengah terkendala biaya untuk melanjutkan operasi Wilda di Malaysia. Pihak rumah sakit meminta biaya untuk operasi sebesar 10 ribu ringgit atau Rp 34 juta.

Ia mengungkapkan selama ini biaya perawatan anaknya selama tiga hari di rumah sakit dibiayai keluarga dan teman anaknya di sana.

Posting Komentar

0 Komentar