Subscribe Us

Tidur di Rel, Tak Sadar KA Lelawangsa Melintas, Nababan Tewas Tergilas! TKP: Cinta Damai



Sejumlah warga di Jalan Bahagia Ujung, Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia, digegerkan temuan sosok mayat pria dengan kondisi mengenaskan di sekitar rel kereta api, Senin (16/9/2019) sekira pukul 05.15 Wib.

Belakangan diketahui, pria itu adalah Toni Nababan, warga Jalan Bahagia Lingkungan IV, Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia, tak jauh dari perlintasan tersebut. Pria itu ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi kaki kanan nyaris putus dan kepala bagian belakang pecah.

Informasi yang dihimpun di sekitar rumah duka, peristiwa itu terjadi saat pria lajang itu tertidur di rel perlintasan kereta api KM 8+0 itu seorang diri. Alhasil, Toni pun tidak menyadari kedatangan KA Sri Lelawangsa U-62 tujuan Medan-Binjai.

Brak…! Tubuh anak ke-6 dari 7 bersaudara itu pun sempat terseret beberapa meter. Warga yang mengetahui peristiwa itu pun berhamburan keluar rumah. Namun sayang, saat hendak dievakuasi, Toni sudah tak bernyawa.

Warga pun menghubungi Polsek Helvetia dan ibu kandung Toni, Boru Panjaitan. Kapolsek Helvetia, AKP Sah Udur TM Sitinjak SH SIK ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, korban tewas di lokasi dengan luka di bagian kepala belakang pecah dan kaki kanan hancur.

Diduga korban saat itu tertidur di atas rel,” jelasnya, lewat pesan WhatsApp. Lanjut dikatakan mantan Wakasat Reskrim Poltabes Medan itu, pihaknya yang mendapat informasi itu pun langsung turun ke lokasi. Usai menggelar olah TKP, pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan pihak PT KAI

“Pihak keluarga pun tidak ingin dilakukan otopsi terhadap jenazah Toni dengan membuat surat pernyataan. Sementara pihak KA berjanji memfasilitasi pengurusan Jasa Raharja dan sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga,” lanjutnya.

Sedang Lari Pagi Sementara itu, terkait isu yang beredar menyatakan Toni dalam kondisi mabuk saat tertidur di rel, Kepala Lingkungan IV Cinta Damai Efendi Silitonga langsung membantahnya.

Menurut Silitonga, Toni saat itu sedang olahraga pagi dan tersambar oleh KA yang dimasinisi Trio Suganda (31) dan asisten Masinis Erwin Adi Wijaya (28). “Nggak ada! Warga saya pun nggak ada yang bilang dia mabuk. Dia juga waras, tidak ada sakitnya.

Biasalah, orang kan bisa aja berasumsi apapun. Korban ini lagi olahraga lari pagi. Mungkin pas naas aja tertabrak. Saya juga kurang tahu pasti kronologisnya, karena saya datang warga sudah ramai,” kata Silitonga.

Sementara menurut warga sekitar, Toni adalah pria pekerja keras. Sebelumnya pemuda itu diketahui bekerja sebagai buruh panggul di Pasar Kampung Lalang. Namun belakangan, Toni tak lagi beraktifitas seperti biasa lantaran kendaraannya hilang saat sedang bekerja.

“Dulu ngangkat-ngangkat barang dia di pajak. Tapi hilang becaknya di pajak, jadi ini lagi nganggur dia,” kata pria berkaos hitam itu. Pantawan di lokasi, seusai disemayamkan di kediaman orang tuanya, di Jalan Bahagia Ujung No 85, Lingkungan IV, Cinta Damai, jenazah Toni Nababan pun langsung dimakamkan di perkuburan Kristen Lingkungan IV, tidak jauh dari kediamannya.

Para sahabat, tetangga dan keluarga pun silih berganti menopang peti jenazah Toni untuk diantarkan ke peristirahatan terakhirnya. Sementara Boru Panjaitan, orang tua Toni terlihat masih histeris dan belum dapat banyak berbicara.

Boru Panjaitan pun terlihat dibopong keluarga ketika mengantarkan jenazah anaknya ke perkuburan. Sebelumnya, Kapolsek Helvetia AKP Sah Udur juga menyempatkan diri melayat ke rumah duka dan memberikan santunan uang kepada ibu Toni. “Sebagai tanda turut berduka dan penghiburan bagi keluarga korban,” katanya.

Posting Komentar

0 Komentar