Sampah masih menjadi masalah di Jakarta. Seperti halnya di Kampung Bengek, Penjaringan Utara yang videonya viral di media sosial.
Video itu memperlihatkan sejumlah rumah panggung dengan bahan tripleks dan kayu berdiri di atas genangan air yang penuh tumpukan sampah. Bahkan, sampah itupun sampai menutup jalan menuju rumah-rumah warga.
Tak hanya sampah plastik, kasur bekas hingga limbah rumah tangga terkumpul menjadi satu. Kendati begitu, warga yang tinggal di rumah panggung itu tidak terganggu dengan adanya tumpukan sampah.
Mereka masih beraktivitas dan bercengkrama satu sama lain. Rumah panggung yang ditinggali rata-rata tak berukuran besar dan saling berdempatan.
Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Slamet Riyadi menyatakan rumah-rumah panggung tersebut berdiri di atas tanah aset milik salah satu perusahaan negara.
Dia menyebut kawasan tersebut memiliki penjagaan dari petugas keamanan dari perusahaan.
Setelah video tersebut ramai di masyarakat, petugas Penanganan Prasaran dan Sarana Umum ( PPSU) dari kelurahan dan kecamatan mulai dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan sampah.
"Kita memang agak susah masuk ke dalamnya, selama ini kita tidak diperkenan masuk ke aset dia (BUMN). Kita mencoba datang ke lokasi ijin, baru kita bisa angkut sampah yang ada di dalam," kata Slamet kepada , Jakarta, Minggu (1/9/2019).
Sudah Dibersihkan
Kegiatan pembersihan tumpukan sampah pun baru terlaksana selama dua hari, yakni Sabtu (31/9/2019) dan Minggu (1/9/2019).
Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Matsani menyatakan selama dua hari pembersihan sampah pun telah terangkut sebanyak empat truk dan sejumlah mobil bak.
"Kalau Sabtu itu dua truk, empat germor (milik PPSU) dan dua hilux dari kelurahan. Hari ini juga dua truk," ucapnya.
Akan tetapi, pembersihan itu belum mencakup sebagian sampah yang ada. Sebab, sampah tersebut telah menumpuk dari beberapa tahun yang lalu.
Bila ingin cepat selesai, dia menyarankan agar menggunakan alat berat. Namun, penggunanan alat tersebut harus mendapat izin dari BUMN sebagai pemilik tanah.
"Sebenarnya tanah di situ (tumpukan sampah) itu sudah dipelur (disemen), karena disitu ada hunian jadi pada buang sampah ke situ. Tanah pelur kalau musim air berhenti di situ jadi tergenang," jelasnya.
0 Komentar