Akibat kejadian itu, seluruh anggota keluarga pun histeris. Suara gaduh pun akhirnya membuat warga sekitar geger. Berdasarkan informasi yang dihimpun di sekitar lokasi, Ahmad sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawa warga Jalan Sekip, Gang Saga, itu tak bisa diselamatkan.
Sedangkan pelaku Firman yang merupakan keponakannya sendiri, langsung melarikan diri setelah melihat pamannya terkapar. Peristiwa itu disebut berawal dari permasalahan keluarga. Firman bertengkar dengan ibunya Erlina yang merupakan kakak kandung Ahmad Daraby.
Firman yang sebelumnya tinggal di Pasaman bersama istrinya telah memaki- maki ibu kandungnya itu karena memaksa meminta uang. Tak lama kemudian, Ahmad dan istrinya Ana yang baru saja menghadiri tahlilan meninggaErlinaya anak sepupunya di Helvetia, langsung mengunjungi rumah pusaka orangtua yang ditempati Erlina dan keluarganya itu setelah mendapt telepon dari kakaknya itu.
Saat masuk ke rumah, hanya Firman yang ada dan duduk di ruang tamu, sedangkan Ana dan keluarga lainnya duduk di sebuah warung tak jauh dari rumah itu. Ahmad kemudian lalu menasehati Firman, namun keponakannya itu ternyata tak terima sehingga terjadi keributan. Selang beberapa waktu, Firman keluar dari rumah itu dalam keadaan tergesa gesa.
“Udah kubunuh si Ahmad,” ujar Firman kepada Ana yang berada di luar rumah. Merasa curiga dengan ucapan Firman, Ana langsung pulang ke rumah dan melihat Ahmad telah terkapar di lantai rumah bersimbuh darah dengan bekas tusukan pisau pada dada kanannya. Mereka segera membawa Ahmad yang terluka segera ke Klinik Wahyu Jalan Serdang. Pihak klinik kemudian merujuk ke RS Pirngadi Medan.
“Ahmad meninggal dunia dan polisi yang mengetahui hal itu langsung membawa jenazah Ahmad ke RS Bhayangkara Medan,” sebut Hamidah, kakak kandung Ahmad di lokasi. Menurut Hamidah, selama ini Firman seringkali memaki-maki ibu kandungnya itu jika tidak diberi uang yang dimintanya. “Kalau tidak dikasih uang beli rokok aja, si Firman itu maki-maki ibunya.
Warga di sini memang sudah resah dengan tingkahnya,” beber Hamidah. Sementara itu, kakak kandung Ahmad lainnya, Ramah, mengaku heran dengan perilaku keponakannya Firman. “Gak tau kenapa dia berbuat gitu. Dia keponakan kami. Ahmad kan pamannya, dia datang maksudnya untung menengahi perselisihan antara ibu dan anaknya itu.
Terus, terjadi ribut dan entah kenapa keponakan kami ini langsung menusuk Ahmad pakai pisau,” sebutnya. Dengan raut wajah sedih dan syok, Ramah mengatakan bahwa kedatangan Ahmad bertujuan bagus, yakni supaya perselisihan antara Erlina dan pelaku FN tak berlanjut.
“Sekali saja ditikamnya adik saya itu, tapi langsung meninggal,” kata wanita berkemeja batik itu saat ditemui. Menurut Ramah, adiknya itu selama ini dikenal sangat baik. “Dia anak ke-6, kami 8 orang semua bersaudara,” bebernya. Sejak kejadian itu, rumah Erlina ramai didatangi warga dan polisi.
Jasad Ahmad sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan setelah dinyatakan meninggal dunia. Hingga Sabtu (30/11/2019) sekira jam 12.00 Wib, baik Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin maupun Kanit Reskrim, Iptu Prasetiyo, belum bersedia memberi penjelasan saat dikonfirmasi terkait pembunuhan tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartonto saat dikonfirmasi membenarkan ada peristiwa pembunuhan itu. “Sabar ya, biar kita tangkap pelakunya dulu,” ungkapnya. Rencananya jenazah Ahmad akan dikebumikan di Perkuburan Muslim belakang Masjid Perjuangan 45, Jalan Prof HM Yamin.
AGENADUQ | AGENBANDARQ | AGENCAPSUN | AGENDOMINO99 | AGENPOKERONLINE | AGENSAKONGONLINE | AGENBANDARPOKER | AGENBANDAR66





0 Komentar