MEDAN KORAN – Insiden kecelakaan maut menimpa satu keluarga di Cianjur, Jawa Barat. Kecelakaan yang terjadi pada Selasa (17/12/2019) sekitar pukul 23.00 WIB mengakibatkan 5 orang menjadi korban dan 3 orang diantaranya meninggal dunia.
Korban merupakan satu keluarga yang saat itu sedang tertidur lelap di rumahnya yang berlokasi di Pasar Gekbrong, Cianjur. Tiga korban yang meninggal dunia yakni atas nama Denase (40), Sueb (8), dan Hendar (6).
Sementara itu, korban selamat atas nama Dede Sumarni (30) dan Amelia (1). Kelima orang korban yang merupakan satu keluarga itu tertimbun reruntuhan rumah yang rusak akibat di seruduk truk tronton. Dede Sumarni dan putrinya ditemukan dan kondisi selamat dibalik reruntuhan bangunan yang ambruk akibrat diseruduk truk tronton.
Warga dan tim evakuasi pertama kali menemukan putri bungsu korbna yang masih bayi yakni Amelia. Bayi berusia 1 tahun itu tengah menangis dalam kegelapan diantaran bangunan rumah yang runtuh. Amelia terlindungi oleh lemari dari reruntuhan bangunan rumah.
Ajaibnya, Amelia tak terluka sedikit pun saat berhasil dievakuasi oleh petugas yang dibantu oleh warga. Sekdes Cikahuripan yang pertama kali menemukan Amelia langsung menggendongnya dan membawa ke tempat aman.
Kegetiran selanjutnya terjadi saat menemukan sang ibu, Dede Sumarni, yang setengah bagian tubuhnya terhimpit bangunan dan kayu. Baban Sobandi (50) relawan RAPI, mengatakan tak gegabah mengevakuasi sang ibu.
"Kakinya terjepit reruntuhan, jadi kami mencoba menelusur agar kakinya tak terluka," ujar Baban dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribun Jabar. Baban mengatakan butuh sekitar satu jam untuk mengangkat Dede dari reruntuhan.
Setelah dievakuasi Dede langsung dibawa ke rumah sakit. Namun di rumah sakit Dede minta pulang karena ingin menyaksikan pemakaman suami dan dua anaknya. Tiba di rumah duka, Dede langsung histeris melihat jenazah suami dan dua anaknya.
Jenazah suami dan dua anaknya akan dimakamkan di Kampung Cimadu, Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Kapolsek Warungkondang, AKP Gito, mengatakan kejadian itu berawal ketika truk tronton bernopol B 9995 BYV tengah melintas menuju arah Sukabumi.
Namun, truk diduga tak kuat menanjak saat melintasi ruas jalan sekitar TKP sehingga truk mundur dengan kecepatan tinggi hingga menabrak rumah korban yang di dalamnya dihuni oleh 5 orang.
Menurutnya, saat kejadian penghuni rumah sedang tertidur lelap di dalam rumahnya. "Kendaraan tronton nomor polisi B 9995 BYV yang bermuatan pasir dikemudikan oleh Dendi Sehabudin (21)," kata AKP Gito. Sopir tercatat sebagai warga Kampung Cimangu, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.
Gito mengatakan, kendaraan tersebut sedang membawa pasir dari Bandung menuju Sukabumi. Pada saat jalan menanjak di lokasi Pasar Gekbrong, menurut keterangan sopir rem tak berfungsi.
Kendaraan tersebut kemudian mundur mengenai mobil Vios F 1739 YJ hingga ringsek dan langsung mundur mengenai rumah kontrakan yang dihuni oleh Denase sekeluarga.
Sementara itu, seorang saksi mata, Atif Latifah (31) mengatakan, sempat mendengar suara mendesis.Mendengar suara mendesis keras, ia lalu terbangun.
"Beberapa saat kemudian terdengar suara tumbukan dan gemuruh, suami lari keluar melihat truk sudah menubruk rumah tetangga yang berada di seberang," kata Atif.
Tak hanya suaminya, tetangga lain juga keluar rumah. Mereka kaget saat ada yang berteriak meminta tolong. "Semua panik, ada yang menelepon petugas dan beberapa saat tim polisi datang," kata Atif.
Setelah kejadian tersebut, ia mengaku tak bisa tidur. Pasalnya, depan rumahnya dipakai jalan mobil dari arah Sukabumi. "(Saya) khawatir ada yang blong lagi," ujar Atif. Ternyata, kejadian truk rem blong hingga menabrak bangunan adalah yang kedua kalinya.
Sebelumnya tiga toko yang berada di pinggir jalan juga rusak ditimpa truk rem blong. Namun, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, pasalnya toko sedang kosong.
Sementara itu, Endang Suhanda (73) orangtua Dede Sumarni keluarga yang tertimbun truk maut di Gekbrong, mengatakan, menantu dan anaknya tersebut baru pindah dari Makassar tujuh bulan lalu.
"Anak, menantu, dan cucu saya pulang dari Makassar tujuh bulan lalu, ia merintis ingin usaha buka kelontongan dan keringan di Pasar Gekbrong," ujar Endang di lokasi kejadian.
Menurutnya, ia seringkali memperingatkan anaknya agar tak tinggal di warung dan pulang ke Kampung Cimadu yang jaraknya tak begitu lama dari pasar.
"Di kampung juga ada rumah, saya sering bilang untuk pulang dan tak menginap di toko," ujar Endang. Endang mengatakan, anaknya khawatir jika toko ditinggalkan karena banyak barang. Endang mengatakan, menantu dan dua cucunya yang meninggal karena truk maut akan dimakamkan di Kampung Cimadu, Kecamatan Gekbrong.
Endang ditemani beberapa warga terlihat memungut pakaian dan barang berharga lainnya di sekitar puing rumah. "Rencana cucu dan menantu saya akan dimakamkan di Kampung Cimadu, saya masih menunggu dari rumah sakit," kata Endang.
AGENADUQ | AGENBANDARQ | AGENCAPSUN | AGENDOMINO99 | AGENPOKERONLINE | AGENSAKONGONLINE | AGENBANDARPOKER | AGENBANDAR66
0 Komentar