Subscribe Us

Diduga Berasal dari Ular, Virus Flu Mematikan Menyebar dari Wuhan, 17 Meninggal di RRC, 4 Kasus di Thailand


MEDAN KORAN –   Virus flu mematikan yang berasal dari Republik Rakyat China (RRC), dilaporkan sudah ke sejumlah negara termasuk Inggris. Saat ini, melansir TheSun, Kamis (23/1/2020), setidaknya sudah 10.000 terinfeksi khusus untuk China saja. Pejabat di Inggris memerintahkan penghentian penerbangan dari Wuhan, kota yang menjadi pusat epidemi virus yang diberi nama Corona tersebut.

Di RRC sendiri, pihak berwenang sudah memerintahkan 11 juta penduduk Wuhan agar tidak melakukan perjalanan ke luar kota dan menghentikan transportasi umum sejak kemarin. Sementara itu di Bandara Heathrow London dilakukan pemeriksaan terhadap pendatang dari RRC setelah jumlah kematian dilaporkan meningkat menjadi 17 orang atau dua kali lipat dalam sehari– dari lebih dari 550 kasus yang dikonfirmasi di enam negara.

Para ahli memperingatkan, wabah ini diduga terkait ular yang dijual di pasar makanan laut Wuhan dan mungkin sama mematikannya dengan flu Spanyol, yang menewaskan 50 juta orang pada tahun 1918. Virus Corona juga dilaporkan telah menyebar dengan 4 kasus ditemukan di Thailand, 2 di Hongkong, 1 di Taiwan, 1 di Jepang, 1 Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Ada kekhawatiran bahwa penyebaran akan semakin cepat karena jutaan orang bepergian untuk perayaan Tahun Baru Imlek pada hari Sabtu (25/1/2020) mendatang. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih melakukan evaluasi apakah akan memutuskan apakah mengumumkan wabah darurat kesehatan global, Jum’at (24/1/2020) besok. Sementara itu, Profesor Neil Ferguson, dari Imperial College London, mengatakan, wabah ini merupakan keprihatinan signifikan secara global.

Ferguson memperkirakan, pekan lalu saja sudah 1.700 orang terinfeksi di Wuhan. Jumlah itu kemungkinan sudah meningkat menjadi 9.700 saat ini. Profesor Ferguson juga mengklaim, 2 dari setiap 100 yang terinfeksi kemungkinan akan meninggal dunia–atau sebanding dengan flu Spanyol, pandemi paling mematikan dalam sejarah dunia. “Rumah sakit kewalahan dengan kasus-kasus dugaan infeksi.

Pihak berwenang di sana (RRC) sudah berusaha untuk meningkatkan respons secepat mungkin, tetapi itu adalah situasi yang sangat menuntut,” jelas Prof Ferguson seperti dikutip TheSun. “Saya menduga jumlah kasus akan terus meningkat dengan cepat. Sebagian besar virus flu musiman memiliki tingkat fatalitas kasus kurang dari satu dalam 1.000 orang,” Namun kasus ini, menurut Ferguson, adalah tentang virus yang belum diketahui sama sekali tingkat fatalitasnya.

“Tingkat kematian dua persen, sebanding dengan kasus pandemi flu Spanyol pada tahun 1918, jadi ini adalah masalah signifikan secara global,” tandasnya. Ferguson jyga memperingatkan bahwa virus Corona yang memiliki masa inkubasi tujuh hari, mungkin sudah mencapai Inggris dengan tiga penerbangan seminggu dari Wuhan.

Sementara itu, sejumlah menteri di Inggris telah memerintahkan pemeriksaat ketat terhadap penerbangan yang tiba dari Wuhan ke London. Tim medis akan memeriksa seluruh penumpang di Bandara. Pesawat dari Wuhan langsung diisolasi di Terminal 4 Heathrow untuk membatasi potensi penyebaran.

Otoritas RRC meminta kepada setiap orang untuk menunda perjalanan ke dan keluar dari Wuhan dan akan menutup bandara kota mulai Jum’at (24/1/2020). Para ilmuwan dari Universitas Peking China mengatakan, hasil analisis genetik terbaru menunjukkan virus berpindah dari kelelawar ke ular dan kemudian ke manusia.

Ular yang dijual di pasar makanan laut Wuhan diduga menjadi awal di mana virus itu menyebar. Dr Nick Phin, dari National Infection Service PHE, memperingatkan para pelancong ke Wuhan agar menjaga kebersihan tangan, pernapasan dan menghindari berkunjung ke pasar hewan dan burung atau orang-orang dengan gejala pernapasan mencurigakan.

“Setiap orang harus segera melakukan pemeriksaan medis jika mereka mengalami gejala sesak pernapasan dalam 14 hari setelah mengunjungi Wuhan, baik di Cina atau sekembalinya mereka ke Inggris,” katanya. Virus ini dilaporkan menyebabkan sejenis pneumonia dan dapat menular dari orang ke orang melalui batuk dan bersin.

Gejala awal termasuk demam, batuk, sesak dada dan sesak napas. Tidak ada perawatan khusus untuk virus dan para ahli mengatakan ribuan mungkin sudah terinfeksi. Para ilmuwan saat ini bekerja untuk mengembangkan vaksin dan tes diagnostik.

AGENADUQ | AGENBANDARQ | AGENCAPSUN | AGENDOMINO99 | AGENPOKERONLINE | AGENSAKONGONLINE | AGENBANDARPOKER | AGENBANDAR66

Posting Komentar

0 Komentar